Dalam rangka meningkatkan kepedulian lingkungan dan memberikan ruang belajar bagi mahasiswa Teknik Lingkungan, Galeri 2025 hadir dengan mengusung tema WALL-E (We All Love Living on Earth). Terinspirasi dari karakter robot WALL-E yang berupaya memulihkan bumi, tema ini dipilih sebagai simbol kepedulian, harapan, dan aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Selama kurang lebih 5–6 bulan persiapan, tim galeri dari berbagai angkatan merancang program yang tidak hanya edukatif namun juga aplikatif, dengan tujuan membentuk generasi mahasiswa yang peka, kreatif, dan berani turun langsung ke masyarakat.
Rangkaian kegiatan Galeri 2025 terbagi menjadi tiga program utama: Workshop Bio Evacuation, Kampung Lestari, dan Aksi Eco Wave. Workshop Bio Evacuation menjadi langkah awal pengenalan isu lingkungan di sekitar kampus. Permasalahan limbah minyak jelantah di kantin dan limbah kertas karcis parkir dijadikan fokus utama.
Melalui riset dan praktik bersama, peserta mengolah limbah menjadi produk ramah lingkungan yang bernilai guna. Limbah minyak jelantah kantin diolah menjadi eco enzyme yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk cair, hingga pengurai lemak. Sementara itu, limbah kertas karcis parkir disulap menjadi briket kertas sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Kedua produk ini kemudian diperkenalkan kembali ke lingkungan kampus sebagai bentuk implementasi solusi, sekaligus membuktikan bahwa limbah dapat memiliki nilai ekonomis dan ekologis jika dikelola dengan tepat.
Program inti galeri, Kampung Lestari, dilaksanakan sepanjang bulan November di Kelurahan Ngagelrejo RW 09 bekerja sama dengan PT PET. Keenam kegiatannya mencakup pemasangan IPAL sederhana, kerja bakti, pembangunan greenhouse, pembuatan kompos, edukasi pengelolaan limbah kepada anak-anak, hingga urban farming dan peresmian greenhouse. Dalam program ini, mahasiswa juga mengenalkan konsep eco enzyme kepada warga sebagai solusi pengolahan limbah organik rumah tangga yang mudah dan murah. Setiap kegiatan menghadirkan kelompok warga yang berbeda sehingga proses edukasi dapat berlangsung tepat sasaran. Meski sempat mengalami kendala komunikasi dan tantangan dalam mendatangkan warga, tujuan program dinilai terpenuhi dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan penutup, Aksi Eco Wave, dilakukan dengan membersihkan pesisir Pantai Kenjeran sebagai simbol kepedulian terhadap ekosistem laut. Bagi para peserta, kegiatan ini menjadi momen reflektif sekaligus ajakan untuk terus menjaga lingkungan dari skala kecil hingga besar.
Testimoni dari anggota galeri mencerminkan bahwa seluruh rangkaian program memberikan pengalaman berharga mulai dari belajar merancang kegiatan, terjun langsung ke lapangan, hingga memahami isu lingkungan secara lebih dekat. Mereka mengaku bangga dapat mengubah persepsi tentang sampah melalui inovasi eco enzyme dan briket karcis, yang awalnya terasa sederhana namun ternyata membawa dampak besar bagi kampus dan masyarakat. Mereka berharap galeri di tahun-tahun berikutnya dapat terus berkembang, menghadirkan inovasi, dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Galeri 2025 berdiri sebagai bukti bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Hadirnya inovasi eco enzyme dan briket dari karcis parkir, Galeri 2025 membuktikan bahwa inovasi lingkungan dapat dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita. Dengan semangat WALL-E, Galeri 2025 menjadi pengingat bahwa mencintai bumi dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama—untuk lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.








