Sabtu, 26 April 2025 — Belakang Research Center, UPN “Veteran” Jawa Timur. Arak-arakan periode April kembali hadir sebagai salah satu tradisi paling berharga di lingkungan Teknik Lingkungan. Mengusung tema “Udrata”, yang berasal dari Udaya (terbit), Parama (yang baru), dan Utkata (ketinggian), makna ini dirangkai menjadi filosofi “melambung ke ketinggian yang baru”—sebuah gambaran perjalanan wisudawan dalam menapaki fase kehidupan selanjutnya. Nuansa arak-arakan kali ini dikemas dengan konsep “terbang”, mengadaptasi elemen visual balon udara, warna pastel hangat, serta atmosfer lembut ala film Up dan lanskap Cappadocia. Suguhan ini menghadirkan kesan optimis, ringan, dan penuh harapan bagi para wisudawan yang tengah menapaki babak baru.
Sebagai program kerja dari Departemen Dalam Negeri (DAGRI) HMTL yang dikoordinatori oleh Iqbal Ramadhona Setya Irawan (23034010128), arak-arakan tidak hanya menjadi prosesi perayaan, tetapi juga ruang kebersamaan untuk mempererat hubungan antar mahasiswa, membangun rasa bangga terhadap jurusan, serta memberikan apresiasi kepada para wisudawan. Tradisi ini telah menjadi bagian penting dari identitas Teknik Lingkungan dan selalu melibatkan ratusan mahasiswa setiap periodenya.
Kegiatan ini diikuti oleh dosen, wisudawan, dan lima angkatan aktif Teknik Lingkungan dengan panitia TL 2024 sebagai pelaksana utama. Persiapan dimulai sejak jauh hari melalui pembentukan panitia, penetapan tema, penyusunan proposal dan anggaran, survei rute, hingga pengurusan perizinan. Koordinasi dengan wisudawan, pengadaan atribut, penyusunan rundown, publikasi, dokumentasi, serta gladi bersih menjadi bagian penting yang memastikan setiap elemen berjalan mulus. Seluruh proses ditutup dengan evaluasi dan laporan pertanggungjawaban sebagai bentuk profesionalitas panitia.
Di balik kemeriahannya, berbagai hambatan turut mewarnai proses pelaksanaan—mulai dari koordinasi panitia yang kompleks, keterbatasan anggaran, perizinan kampus yang memerlukan waktu panjang, hingga potensi kendala teknis seperti sound system dan dekorasi. Pengaturan massa juga menjadi tantangan tersendiri. Namun, seluruh kendala diatasi melalui penetapan PIC yang jelas, rapat rutin, penyusunan RAB yang realistis, gladi bersih, penempatan koordinator lapangan, dan penyiapan rencana cadangan terhadap cuaca maupun situasi tak terduga. Upaya ini menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga sarat makna.
Arak-arakan memberikan dampak besar bagi sivitas Teknik Lingkungan. Kegiatan ini memperkuat kebersamaan lintas angkatan, memberikan apresiasi berkesan bagi wisudawan, serta memupuk motivasi mahasiswa aktif untuk terus berprestasi. Panitia pun memperoleh berbagai soft skills penting, seperti manajemen waktu, komunikasi, kerja tim, dan penyelesaian masalah. Lebih jauh, keberlanjutan tradisi ini mengukuhkan arak-arakan sebagai bagian dari budaya, sejarah, dan kebanggaan jurusan yang perlu dijaga agar tetap hidup dari generasi ke generasi.
Saturday, 26 April 2025 — Behind the Research Center, UPN “Veteran” East Java.
The April Parade returned as one of the most meaningful traditions in the Environmental Engineering community. Carrying the theme “Udrata”, taken from Udaya (rise), Parama (new), and Utkata (height), this philosophy represents “rising to new heights”—a symbol of the graduates’ journey as they enter the next phase of their lives.
This year’s parade used a “flying” concept, featuring hot air balloon visuals, warm pastel colors, and a soft atmosphere inspired by the movie Up and the landscapes of Cappadocia. The theme created a light, optimistic, and hopeful feeling for graduates who are stepping into a new chapter.
As a program under the Internal Affairs Department (DAGRI) of HMTL, coordinated by Iqbal Ramadhona Setya Irawan (23034010128), the parade was not only a celebration but also a space for togetherness strengthening bonds between students, building pride in the department, and appreciating the graduates. This tradition has become an important part of Environmental Engineering’s identity and involves hundreds of students every period.
The event was attended by lecturers, graduates, and five active batches of Environmental Engineering, with the TL 2024 committee as the main organizers. Preparations started long before the event, including forming the committee, deciding the theme, creating proposals and budgets, surveying the parade route, and handling permits. Coordination with graduates, preparing attributes, organizing the rundown, publishing the event, documenting activities, and doing final rehearsals were all essential steps to make sure everything ran smoothly. The entire process ended with an evaluation and accountability report as a sign of the committee’s professionalism.
Behind the festive atmosphere, several challenges appeared such as complex committee coordination, limited budget, long campus permission processes, and potential technical issues like the sound system and decorations. Crowd management also became its own challenge. However, all obstacles were solved through clear PIC divisions, regular meetings, a realistic budget plan, rehearsals, field coordinators, and backup plans for weather and unexpected situations. These efforts ensured the event ran smoothly and carried deep meaning.
The April Parade brought a strong positive impact to the Environmental Engineering community. It strengthened unity across batches, provided memorable appreciation for graduates, and encouraged active students to keep improving. The committee also gained valuable soft skills such as time management, communication, teamwork, and problem-solving. More importantly, the continuity of this tradition helps preserve the parade as part of the department’s culture, history, and pride something worth keeping alive for future generations.








