Sabtu, 26 Juli 2025 — Belakang Research Center, UPN “Veteran” Jawa Timur. Arak-arakan periode Juli kembali hadir sebagai salah satu tradisi paling berkesan di Teknik Lingkungan UPN “Veteran” Jawa Timur. Tahun ini, prosesi mengusung tema “ZENITHRA: Api Terang di Titik Tertinggi”, yang memadukan makna Zenith—titik tertinggi di langit yang dapat dicapai oleh benda langit—dengan imbuhan artistik -thra yang memberikan nuansa feminin, mitologis, dan futuristik. Tema ini menggambarkan perjalanan wisudawan menuju puncak pencapaiannya, baik secara spiritual, emosional, maupun intelektual, sekaligus menegaskan bahwa kejayaan tidak selalu hadir dalam kobaran besar, tetapi juga dari api kecil yang setia menyala meski dalam diam. Konsep visualnya memadukan ketenangan Vesta—simbol kehangatan rumah—dengan atmosfer zenith yang tinggi dan jernih, menghasilkan nuansa sakral, hangat, dan penuh keanggunan.
Arak-arakan periode Juli mengangkat tema Zenithra yang menggambarkan “api terang di titik tertinggi” sebagai simbol pencapaian wisudawan sekaligus langkah awal menuju babak kehidupan baru. Dekorasi menggunakan elemen flag dan warna-warna elegan untuk mencerminkan karakter Zenithra yang sederhana namun bermakna, sementara rangkaian acara diperkaya dengan simbolik pembukaan buku yang di dalamnya terdapat kupu-kupu sebagai lambang transformasi. Saat buku tersebut dibuka, kupu-kupu akan “terbang”, menjadi penanda bahwa wisudawan siap melanjutkan perjalanan berikutnya dengan kebebasan, kedewasaan, dan harapan baru.
Sebagai program kerja Departemen Dalam Negeri HMTL di bawah koordinasi Iqbal Ramadhona Setya Irawan (NPM 23034010128), arak-arakan Juli dilaksanakan oleh panitia TL Angkatan 2024 dan melibatkan dosen, wisudawan, serta lima angkatan aktif Teknik Lingkungan. Persiapan dilakukan sejak 1–2 bulan sebelumnya melalui pembentukan panitia, penyusunan proposal, survey lokasi, perizinan, pengadaan atribut, publikasi, hingga gladi bersih—semuanya dikerjakan secara terstruktur untuk memastikan acara berjalan khidmat dan selaras dengan filosofi Zenithra.
Di balik pelaksanaannya, panitia menghadapi tantangan mulai dari koordinasi lintas divisi, penyesuaian anggaran dengan konsep yang cukup artistik, hingga kendala teknis dan dinamika massa. Namun melalui penetapan PIC yang jelas, rapat rutin, timeline realistis, serta rencana cadangan untuk menghadapi cuaca maupun hambatan mendadak, seluruh proses dapat dilewati dengan baik. Arak-arakan Juli 2025 menghadirkan dampak yang kuat—menyatukan mahasiswa lintas angkatan, memberikan apresiasi mendalam bagi wisudawan, sekaligus memotivasi mahasiswa aktif untuk terus melangkah. Tradisi ini kembali mengokohkan identitas Teknik Lingkungan, memperkaya nilai kebersamaan, serta mengasah kemampuan panitia dalam kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, dan problem solving, menjadikannya lebih dari sekadar perayaan: sebuah perjalanan menuju titik tertinggi yang penuh makna.
Saturday, 26 July 2025 — Behind the Research Center, UPN “Veteran” East Java. The July Parade returned as one of the most memorable traditions in the Environmental Engineering Department of UPN “Veteran” East Java. This year, the procession carried the theme “ZENITHRA: A Bright Flame at the Highest Point,” combining Zenith—the highest point in the sky reached by a celestial object with the artistic suffix -thra, which adds a feminine, mythical, and futuristic touch.
This theme reflects the graduates’ journey as they reach the peak of their achievements spiritually, emotionally, and intellectually. It also reminds us that success does not always come from a big flame, but sometimes from a small light that stays steady and strong even in silence. The visuals blend the calmness of Vesta the symbol of home and warmth with the clear, high atmosphere of the zenith, creating a sacred, warm, and elegant feel.
The July Parade highlighted the meaning of Zenithra: “a bright flame at the highest point,” symbolizing both the graduates’ accomplishments and their first steps toward a new chapter of life. Decorations used flag elements and elegant colors to reflect Zenithra’s simple yet meaningful character. The event also featured a symbolic moment where a book containing butterflies was opened. As the book “released” the butterflies, it marked the graduates’ transformation and their readiness to continue their journey with freedom, maturity, and new hope.
As a program under the Internal Affairs Department (DAGRI) of HMTL, coordinated by Iqbal Ramadhona Setya Irawan (NPM 23034010128), the July Parade was organized by the TL 2024 committee and involved lecturers, graduates, and five active student batches. Preparations took place 1–2 months before the event, including forming the committee, creating proposals, surveying locations, handling permits, preparing attributes, publishing information, and conducting final rehearsals. All these steps were carried out carefully to ensure the event matched the philosophy of Zenithra.
Behind the scenes, the committee faced challenges such as cross-division coordination, adjusting the budget to match the artistic concept, and managing technical issues and crowd dynamics. However, through clear PIC assignments, regular meetings, a realistic timeline, and backup plans for weather and unexpected problems, the entire process ran smoothly.
The July Parade 2025 created a strong impact bringing students from different batches together, giving deep appreciation to the graduates, and motivating active students to keep moving forward. This tradition continues to strengthen the identity of Environmental Engineering, enrich the spirit of togetherness, and help the committee develop skills in leadership, communication, creativity, and problem-solving. It becomes more than just a celebration it is a meaningful journey to the highest point.






